Budaya “Safety First”, Perumdam Bantul Paparkan Strategi K3 di Ajang OSH Asia’s Summit 2025

Senin, 14 Juli 2025
Bagikan:

Bantul – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus produktif. Prinsip tersebut diwujudkan secara nyata oleh Perumdam Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul melalui berbagai langkah terukur yang berorientasi pada keberlanjutan.

Komitmen tersebut salah satunya tercermin dari partisipasi Perumdam Bantul dalam proses penjurian OSH Asia’s Summit (OAS) 2025, yang digelar Senin (14/7). Ajang bergengsi ini diinisiasi oleh First Indonesia Magazine bersama sejumlah pakar profesional di bidang K3.

Dalam tahapan penjurian, perusahaan menyampaikan presentasi yang diawali oleh Toni Prasetyo selaku Kepala Bagian Teknik. Paparan dilanjutkan oleh Rhangga Nur Wisangeni (Kepala Sub Bagian Distribusi) dan Catur Prasetyo (Kepala Sub Bagian Produksi).

OAS 2025 sendiri terdiri atas rangkaian seleksi, mulai dari wawancara, penilaian juri, hingga tahap akhir berupa pemberian penghargaan.

Strategi K3 PERUMDAM Bantul

Penerapan K3 di Perumdam Bantul bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan diwujudkan dalam sebuah sistem yang menyeluruh. Beberapa tahapan penting yang telah dilakukan antara lain:

  • Perencanaan: menyusun kebijakan, mengidentifikasi potensi bahaya, serta melakukan penilaian dan pengendalian risiko.

  • Pelaksanaan: melakukan sosialisasi SOP, menyediakan fasilitas pendukung seperti APD, asuransi kesehatan, serta pelatihan bagi pegawai.

  • Pemantauan dan Evaluasi: meninjau penerapan prosedur keselamatan melalui monitoring berkala.

  • Peningkatan Berkelanjutan: memperbarui peralatan maupun sistem kerja agar tetap efektif.

Selain itu, integrasi teknologi juga menjadi bagian dari strategi K3 di tubuh perusahaan. Melalui pendekatan tersebut, PERUMDAM Bantul berupaya menumbuhkan budaya kerja dengan prinsip “Safety First”, sehingga setiap insiden dapat menjadi bahan pembelajaran menuju perbaikan.

Dengan mengedepankan sinergi antara manajemen, teknologi, dan sumber daya manusia, Perumdam Bantul menegaskan bahwa K3 adalah kebutuhan strategis. Lebih dari sekadar kewajiban, penerapan budaya K3 diyakini akan memberikan dampak positif, baik bagi perusahaan maupun masyarakat luas.